Jakarta - Eksistensi brand lokal tak dipungkiri kini semakin menguat. Masing-masing desainer pun memiliki ciri khas yang makin memperkaya industri fashion Tanah Air, seperti memakai kain wastra nusantara atau menyelipkan nuansa Indonesia dalam karyanya.
Salah satunya adalah pendatang baru dari industri mode lokal, yakni Saint x Sinner. Lantaran desainer di balik brand yang dibuat tahun 2014 ini lama menetap di Bali, maka sentuhan resort ala Pulau Dewata ini tak lepas menjadi karakter busananya.
"Banyak pleats karena itu bagian dari resort collection. Koleksinya banyak mengekspos kulit, tapi nggak terlalu vulgar, kita tetap memainkannya dengan halus," kata Astrid Soedjono, creative director Saint x Sinner saat trunk show perdananya di Letter D, Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2015).
Nuansa Bali yang ditawarkan Astrid memang tidak begitu kental seperti memakai motif bunga kamboja atau tenun, namun siluetnya minimalis dan kasual ala musim panas dengan potongan longgar atau flowy. Gaya busana yang ditampilkan juga lebih universal dalam dominasi warna monokrom seperti hitam atau putih.
Untuk koleksi keempatnya yang dinamakan 'Under My Skin', Astrid banyak menampilkan koleksi yang jadi tren tahun ini. Misalnya saja celana kulot, crop top, padanan serba putih dan atasan high neck dengan tali spagheti dalam bahan satin, crepe, duchess dan rayon.
"Kulot memberi kesan santai dan kamu bisa pakai dengan sneakers, heels, untuk kerja atau party, karena kita pakai bahan satin untuk kulot ini," pungkas desainer 29 tahun ini.
Di antara padanan warna monokrom, adapula permainan motif bunga yang feminin untuk memberi tampilan boho-chic ala musim panas. Misalnya tampil sebagai jumpsuit, playsuit, outer bentuk kimono dan juga celana flare.
Salah satunya adalah pendatang baru dari industri mode lokal, yakni Saint x Sinner. Lantaran desainer di balik brand yang dibuat tahun 2014 ini lama menetap di Bali, maka sentuhan resort ala Pulau Dewata ini tak lepas menjadi karakter busananya.
"Banyak pleats karena itu bagian dari resort collection. Koleksinya banyak mengekspos kulit, tapi nggak terlalu vulgar, kita tetap memainkannya dengan halus," kata Astrid Soedjono, creative director Saint x Sinner saat trunk show perdananya di Letter D, Jakarta Selatan, Selasa (13/10/2015).
Nuansa Bali yang ditawarkan Astrid memang tidak begitu kental seperti memakai motif bunga kamboja atau tenun, namun siluetnya minimalis dan kasual ala musim panas dengan potongan longgar atau flowy. Gaya busana yang ditampilkan juga lebih universal dalam dominasi warna monokrom seperti hitam atau putih.
Untuk koleksi keempatnya yang dinamakan 'Under My Skin', Astrid banyak menampilkan koleksi yang jadi tren tahun ini. Misalnya saja celana kulot, crop top, padanan serba putih dan atasan high neck dengan tali spagheti dalam bahan satin, crepe, duchess dan rayon.
"Kulot memberi kesan santai dan kamu bisa pakai dengan sneakers, heels, untuk kerja atau party, karena kita pakai bahan satin untuk kulot ini," pungkas desainer 29 tahun ini.
Di antara padanan warna monokrom, adapula permainan motif bunga yang feminin untuk memberi tampilan boho-chic ala musim panas. Misalnya tampil sebagai jumpsuit, playsuit, outer bentuk kimono dan juga celana flare.
Source: http://wolipop.detik.com/read/2015/10/13/194246/3043677/233/saint-x-sinner-brand-lokal-dengan-inspirasi-liburan-ala-bali?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar